PERSIAPAN TAMBAK (Masa Pratebar)

  • Pengeringan dasar tambak selama 7 hari (sampai tanah retak-retak), tergantung cuaca (penghujan / kemarau).
  • Pembuangan lumpur hitam dari dasar tambak (sisa pakan, kotoran ikan / faeces dan plankton yang mati).
  • Pembalikan dasar tanah tambak (dicangkul / dibajak / ditraktor).
  • Pengapuran, dosis kapur yang digunakan tergantung pH tanah:

1). pH tanah < 5 kebutuhan kapur 1,5 s/d 2 ton per hektar.

2). pH tanah 5 s/d 5,5 kebutuhan kapur 1 s/d 1,5 ton per hektar.

3). pH yanah 5,5 s/d 6 kebutuhan kapur 0,5 s/d 1 ton per hektar.

  • Aplikasi pemupukan organik Biotech Plus sebanyak 10 liter per hektar ditambahi inoculumnya, dengan tujuan memberikan nutrisi bagi mikro organisme tanah.
  • Pemasangan peralatan tambak (pintu air, saringan air masuk, dll).

PERSIAPAN AIR & MASA PEMELIHARAAN

Pemasukan air setinggi 5 s/d 10 cm (pelataran tertutup air), kemudian lakukan pemberantasan hama (predator dan kompetitor) menggunakan saponin (bungkil biji teh) dengan dosis 20 ppm dan didiamkan selama 2 hari.

Salinitas Dosis saponin (ppm)
10 20
15 20
20 15
25 15
30 10
35 10
  • Pembersihan hama yang telah mati dan dibuang keluar tambak.
  • Kemudian lakukan penambahan air sampai ketinggian optimal untuk pemeliharaan.
  • Selanjutnya aplikasikan pupuk organic Biotech Plus sebanyak 1 liter per hektar untuk merangsang tumbuhnya plankton sebagai pakan alami nener dan didiamkan selama selama 1 hari.
  • Nener siap di tebar di tambak.
  • Sebelum nener ditebar di petak pendedran maka petak pendedaran dipasang rumpon-rumpon dari daun kelapa. Cara ini dimakasudkan agar nener tidak berkumpul di satu tempat dan sebagai tempat berlindung dari sengatan matahari pada siang hari.
  • Selama masa pemeliharaan, lakukan aplikasi pupuk organik Biotech Plus sebanyak 1 liter per hektar setiap 10 hari sekalian, dengan tujuan untuk mempertahankan pertumbuhan plankton didalam tambak.
  • Apabila terjadi hujan dan pH turun maka lakukan pengapuran terlabih dahulu sebanyak 50 s/d 100 kg per hektar (tergantung pH airnya) kemudian aplikasikan pupuk organik Biotech Plus dengan dosis tergantung kondisi kualitas air tambak (0,5 s/d 1 liter per hektar).

Pada saat melakukan penebaaran nener perlu dilakukan aklimatisasi (penyesuaian) salinitas (kadar garam), suhu air dan pH air dalam kantong plastik yang berisi nener. Aklimatisasi (penyesuaian) suhu air bertujuan untuk menekan jumlah kematian nener. Nener yang tidak memperoleh perlakuan aklimatisasi maka tingkat kematiannya dapat mencapai 50%. Suhu air untuk aklimatisasi sekitar 26ºC dan air diambil dari petakan agar sewaktu nener ditebar tidak mengalami stress. Dengan aklimatisasi yang benar diharapkan SR (Survival Rate) atau tingkat kehidupannya tinggi.

Urutan-urutannya sebagai berikut:

a). Letakkan kantong nener dipermukaan air tambak selama 30 menit.

b). Setelah plastik nener mengembun, kemudian ikatannya dibuka dan dipercikkan air

tambak sedikit demi sedikit kedalam kantong benur selama 30 menit.

c). Celupkan kantong nener kedalam air perlahan-lahan, biarkan nener keluar sendiri

dari kantong. Jangan banyak terjadi banyak goncangan agar nener tidak strees. Ds. Nyamplungan Rt. 01 Rw. 26 Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.

Padat penebaran nener dalam petak pendedaran sebaiknya kurang dari 100 ekor per m3

karena kepadatan penebaran yang tinggi dapat mengakibatkan jumlah pakan alami (plankton) tidak mencukupi hingga diperlukan pakan tambahan berupa pellet. Jumlah pakan yang diberikan sebaiknya 50% dari perkiraan total berat nener yang ditebar.

Estimasi Berat Nener=

Berat nener (mg/ekor) + Pertambahan Berat/minggu (mg/mgg) x Jml Tebar (ekor) x SR(%)

Keterangan:

  • Berat nener = 2 s/d 9 mg per ekor
  • Pertambahan berat = 15 s/d 20 mg per minggu
  • SR = 80 s/d 90%

Perkiraan SR(tingkat kehidupan) sebesar 80 s/d 90% karena perkiraan tingkat kematian sebesar 2,5 s/d 5% per minggu dan lama pendedaran selama 4 minggu. Pakan tambahan diberikan 3 kali per hari yaitu: jam07:00 pagi, jam 11:00 siang dan jam 15:00 sore. Air dalam petak pendedaran sebaiknya diganti 10% per hari dan kedalaman air hanya 30cm maka petak pendedaran harus dijaga dari burung pemangsa nener terutama pada waktu ganti air.

Hal-hal yang harus diantisipasi di musim hujan:

  • Fluktuasi salinitas setelah hujan lebat.
  • Perubahan pH air terutama pada lahan yang banyak mengandung pyrit dan gambut.
  • Kematian phytoplankton.
  • Rendahnya DO (oksigen terlarut).
  • Perubahan nafsu makan.

Antisipasi:

  • Pemberian kapur di pematang.
  • Pengontrolan pakan lebih ketat.
  • Pengoprasian kincir air lebih intensif (jika menggunakan kincir air).
Parameter air Ambang bawah Ambang atas Kisaran optimum
Oksigen terlarut 2 - 6 s/d 7
Amoniak 0 0,1 0
Asam belerang 0 0,001 0
pH air 7,5 9 8 s/d 8,3
Suhu air 26 32 29 s/d 30
Salinitas 20 35 29 s/d 32
kecerahan 30 50 35 s/d 40

Pemanenan nener secara aktif lebih baik dari pada cara pasif, karena dapat dilakukan lebih cepat dan jumlah nener yang tertinggi lebih sedikit serta kualitas nener setelah dipanen lebih baik. Apabila ikan bandeng hasil pendedaran akan diangkut maka setiap kantong plastik diisi 2 s/d 3 liter air laut, 2 s/d 4 liter oksigen murni dan 20 s/d 30 ekor glondongan muda. SR (tingkat kehidupan) nener di petak pendedaran berkisar 50 s/d 90% tergantung ketelitian selama pemeliharaan dan kualitas nener. Adapun penyebab kematian nener yang utama di petak pendedaran adalah kualitas nener yang rendah, pemberantasan hama tidak tepat, serangan penyakit dan kualitas air rendah. Petak pembesaran harus dipersiapkan seperti petak pendedaran. Sesudah plankton tumbuh dengan baik maka nener dari petak pendedaran ditebarkan dengan kepadatan 5 ekor per m2 pada ketinggian air 40 cm. Aklimatisasi (penyesuaian) gelondongan muda di petak pembesaran biasanya 3 s/d 7 hari, pada saat itu pakan buatan belum diberikan. Setelah aklimatisasi (penyesuaian) berlangsung maka ketinggian air ditambah secara bertahap sampai 100 cm (optimal) dan pakan buatan mulai diberikan.

APLIKASI LEWAT PAKAN

  • Setelah pakan ditimbang, lakukan pencampuran pakan dengan pupuk organik Biotech Plus menggunakan dosis 20cc (1 tutup) per 10 kg pakan dicampur air secukupnya dengan frekuensi 2 s/d 3 kali per hari. Tujuan pencampuran ini adalah untuk meningkatkan nafsu makan udang windu, memberikan mineral-mineral, protein dan lemak dalam komposisi yang berimbang dan tepat yang diperlukan oleh tubuh ikan bandeng sehingga dapat memacu tingkat produksi (mempercepat petumbuhan), memperbaiki sistem pencernaan ikan bandeng dengan meningkatkan dan mengaktifkan enzim pencernaannya, meningkatkan ketahanan ikan bandeng terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan tingkat kematian ikan bandeng yang dipelihara.
  • Setelah pencampuran merata, pakan diangin-anginkan sampai kering. Setelah kering, pakan siap diberikan pada ikan bandeng. Yang perlu diperhatikan adalah jangan mencampur pakan secara sekaligus (pakan untuk besok dicampur sekarang), karena dapat timbul jamur pada pakan sehingga membahayakan ikan bandeng.
  • Pakan buatan yang baik diberikan sebanyak 3% s/d 5% dari berat biomassa dengan frekuensi pemberian 3 kali per hari yaitu pada:

1). Jam 07:00 pagi sebanyak 20%

2). Jam 11:00 pagi sebanyak 40%

3). Jam 16:00 pagi sebanyak 40%

Pakan buatan yang baik adalah yang tidak berjamur, butirannya utuh, berbau khas ikan

kering dan tidak lembab. Pertumbuhan ikan bandeng dapat diamati dengan cara sampling

setiap 2 minggu sekali menggunakan jala. Setelah masa pemeliharaan sekitar 3 s/d 4 bulan

dapat dilakukan panen dengan ukuran ikan bandeng 3 s/d 4 ekor per kg (250 s/d 330 gram

per ekor).

Kulaitas air yang optimal untuk pembesaran ikan bandeng:

Parameter air Ambang bawah Ambang atas Kisaran optimum
Oksigen terlarut 2 - 6 s/d 7
Amoniak 0 0,1 0
Asam belerang 0 0,001 0
pH air 7,5 9 8 s/d 8,3
Suhu air 26 32 29 s/d 30
Salinitas 0 60 15 s/d 25
kecerahan 30 50 35 s/d 40

Kecerahan yang baik untuk budidaya ikan bandeng berkisar 35 s/d 40 cm. Jika kecerahan

<25 cm maka harus dilakukan pergantian air. Tetapi apabila kecerahan > 50 cm maka harus dilakukan pemupukan (sebelum pemupukan sebaiknya diganti dahulu airnya). Pupuk yang  ditambahkan akan digunakan phytoplankton untuk tumbuh dan berkembang sebagai pakan  dasar rantai makanan dalam tambak (ikan bandeng). Pupuk yang diberikan ditujukan untuk  meamasok unsur hara yang sangat dibutuhkan seperti: Nitrogen, Phospor dan Kalium.  Pupuk yang digunakan yaitu Biotech Plus yang diberikan sebanyak 1 liter per hektar setiap  10 hari sekali untuk mempertahankan kecerahan antara 35 s/d 40 cm.

Formula yang dibutuhkan: Biotech Plus

Sumber: Situs: http://www.klinikorganik.co.cc


1 Response to “Budidaya Ikan Bandeng”


  1. 1 yunardi31@yahoo.com
    12 Januari 2014 pukul 10:18 pm

    terima kasih infonya semangat bermanfaat


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




November 2014
S S R K J S M
« Apr    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jumlah Pengunjung

  • 141,281

Rois petshop dan Agen pahala express wonokromo

081515175636
Buka setiap hari hari mulai pukul 07.30-20.30.
(kecuali hari minggu)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: