07
Jun
10

Mengganti Pupuk Buatan dengan Azolla

Lahan yang setiap musim tanam ditaburi azolla suatu saat tidak perlu memakai pupuk buatan lagi. Wajar kalau ia dinobatkan sebagai pelestari tanah.

Tanaman paku air yang senang mengambang di kolam, sawah, danau, waduk irigasi ini memang istimewa. Dia mampu mengikat nitrogen dari udara berkat kerja samanya dengan ganggang biru, Cyanophyceae, Anabaena azollae, yang hidup di rongga daun Azolla. Jumlah nitrogen yang diambil bahkan melebihi kebutuhannya, sehingga sebagian dilepas keluar.

Selain unsur N, azolla juga mempunyai P, K, dan mg. malah kandungan karbohidrat, lemak dan proteinnya juga lengkap. Dengan kelebihan itu, tak heran kalau Ir. Ngadiman, staf pengajar fakultas pertanian, Jurusan Mikrobiologi, UGM yakin, “bila azolla selalu diberikan pada tanah setiap musim tanam, maka suatu saat tanah itu tidak memerlukan pupuk buatan lagi,”katanya.

Peneliti ini menghitung pada penebaran pertama Azolla, baru ¼ baru seperempat bagian unsurnya yang dimanfaatkan oleh tanah. Seperempat bagian ini setara dengan 65 kg urea (1/4 dosis pemupukan rekomendasi). Pada musim tanam II dan III ia mensubtitusi lagi 1/4-1/3 dosis pemupukan rekomendasi. “selama Azolla belum dapat menggantikan seluruh dosis rekomendasi pemupukan, maka pupuk anorganik tetap digunakan, tapi tinggal sebagian saja,” ungkap Ngadiman.

Bagaimana cara memakainya ?

Tanaman yang berbiak dengan cara membelah diri atau membentuk spora itu bisa dipakai sebagai pupuk hijau, dalam bentuk biomassa segar, baik dilahan kering maupun lahan basah. Ini juga salah satu azolla itu. Kalau pupuk organik lain tidak boleh diberikan dalam bentuk mentah, Azolla bisa. Pupuk organik lain dalam proses penguraian, menggunakan N yang tersedia dalam tanah. Proses menggunakan panas ini bisa menghanguskan akar tanaman. Sementara Azolla justru langsung mengeluarkan N tanpa menyerap N yang sudah ada dalam tanah.

Pemakaian Azolla di sawah mudah. Sehari setelah bibit padi ditebar, petani cukup menebar bibit Azolla umur dua minggu di petakan sawah yang sudah diairi. Jumlahnya 500 kg bibit/ha. Dalam waktu dua minggu akan dihasilkan 20-30 ton biomassa segar.

Sepuluh hari setelah Azolla ditebar, 2/3 dari jumlahnya dibenamkan ke dalam tanah. Sisanya yang 1/3 dibiarkan agar memperbanyak diri lagi. Sepuluh hari berikutnya, kembali 2/3 dari jumlah Azolla dibenamkan ke tanah. Demikian seterusnya. Azolla akan habis dengan sendirinya, 30-40 hari setelah tanam padi. Hal ini terjadi karena kanopi (tajuk) tanaman padi sudah rimbun dan menghalangi sinar matahari, yang sangat dibutuhkan bagi hidup Azolla.

Cara ini juga otomatis menekan pertumbuhan gulma. Azolla yang mendominasi lahan sawah membuat gulma tidak dapat tumbuh sama sekali. Jadi, petani yang memakai Azolla tidak perlu menyaingi sawahnya. Sebagai gantinya ia harus membenamkan Azolla secara berkala ke dalam sawah berulang kali sampai tanaman padi berumur sekitar 40 hari, kalau sawah sudah tidak berair lagi.

SUMBER: TRUBUS NOVEMBER NO. 256 TAHUN XXII


3 Responses to “Mengganti Pupuk Buatan dengan Azolla”


  1. 1 idoy
    6 Januari 2011 pukul 9:21 pm

    kalau bahasa indonesianya/ daerahnya azolla tuh apa ya ? trus bibitnya darimana bisa dapet ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juni 2010
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jumlah Pengunjung

  • 193,887

Rois petshop dan Agen pahala express wonokromo

081515175636
Buka setiap hari hari mulai pukul 07.30-20.30.
(kecuali hari minggu)

%d blogger menyukai ini: