20
Jul
10

Mengawetkan Ikan Pindang dengan Protamin

Kabar gembira buat para pembuat ikan pindang. Kini ada cara mengawetkan pindang agar tahan sampai sebulan tanpa perubahan rasa. Protamin, pengawet alami yang berasal dari ikan itu sendiri mampu membunuh bakteri gram positif penyebab makanan tidak tahan lama.

Ikan pindang kondang sebagai makanan olahan yang paling banyak diproduksi di Indonesia setelah ikan asin. Rasanya yang tidak terlalu asin menyebabkan ia menjadi sumber protein hewani yang murah.

Dikenal tiga cara membuat ikan pindang, yakni pindang paso, pindang naya, dan pindan presto. Pindan paso ialah pindang yang direbus secara tertutup selama lima jam. Kadar garam sekitar 15-25%. Pindang paso ini hanya tahan disimpan dua sampai tiga minggu.

Pindang naya ialah pindang yang ikannya dicelupkan ke larutan garam mendidih selama 30 menit. Daya tahannya hanya 3-4 hari. Sedangkan pindang presto dibuat dengan memanfaatkan alat tekanan tinggi (presto) sehingga tulangnya lunak. Cara modern ini lebih cepat dan mudah dilakukan, tapi sayangnya daya tahan ikannya hanya seminggu.

Biang keladi singkatnya daya tahan pindang ialah bakteri gram positif, terutama bakteri pembentuk spora yang menjadi masalah dalam industri pengolahan pangan.

“kalau kita ingin mengusahakan ikan pindang dalam skala besar, daya tahan yang singkat itu menjadi masalah,” tutur Rudy dari fakultas perikanan IPB, “cara yang gampang untuk menigkatkan daya awet ikan ialah dengan menambah garam. Rasanya tentu asin sekali dan ini bukan ikan pindang lagi,” tambahnya.

Masalah itulah yang mendorong Rudy meneliti manfaat protamin untuk memperlama daya simpan produk olahan ini. Protamin ialah protein sederhana yang terdapat pada ikan itu sendiri dan mempunyai sifat anti bakteri. “protamin digunakan untuk membunuh gram positif, penyebab kebusukan sehingga diharapkan daya tahan ikan pindang lebih lama,” kata Rudy.

Pada ikan betina, protamin terdapat dalam telur, sementara pada ikan jantan ia ditemukan dalam spermatozoa. Karena berasal dari ikan itu sendiri, protamin mudah terurai dalam perut manusia (kalau disantap) dan tidak menimbulkan efek samping seperti bahan pengawet kimiawi. Menurut penelitian Rudy pindan kembung yang diawetkan dengan protamin tahan disimpan sampai sebulan pada suhu kamar (tidak di lemari pendingin) tanpa perubahan rasa. Kendati pun hasilnya sudah cukup bagus, namun Rudy masih belum puas. “saya berharap ikan awetan bisa bertahan jauh lebih lama. Kalau bisa, sampai lebih dari dua bulan.

Cara membuat

Penelitian ini memperoleh protamin untuk penelitiannya dari Jepang. Sementara di Indonesia teknologi pembuatan protamin sudah dicoba meskipun baru skala laboratorium. Salah satu syarat agar protamin bekerja efektif, ikan yang akan dipandang harus segar. Kalau tidak, ia akan cepat busuk dan hancur. Cara membuatnya, ikan segar dibersihkan dan dicuci bersih. Setelah itu dicampur garam sebanyak 20% dan protamin 1%, dan didiamkan selama dua jam. Setelah itu ikan dimasukkan presto dan dimasak selama 30 menit. Usai tahap ini, ikan diangin-anginkan sebentar. Setelah kering, masukkan ikan ke dalam oven bersuhu 50˚C selama 30 menit. Selanjutnya dianginkan baru dikemas.

Untuk info lengkap tentang produk-produk kami, silakan kunjungi http://www.roispetshop.com

SUMBER: TRUBUS NOVEMBER NO. 256 TAHUN XXII


0 Responses to “Mengawetkan Ikan Pindang dengan Protamin”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jumlah Pengunjung

  • 193,887

Rois petshop dan Agen pahala express wonokromo

081515175636
Buka setiap hari hari mulai pukul 07.30-20.30.
(kecuali hari minggu)

%d blogger menyukai ini: