27
Feb
11

Mengendalikan Hama Tikus Dengan Biorodentisida



Tikus tergolong hama yang sulit diberantas karena kecerdasan dan kesuburannya. Hama ini cepat belajar. Tak heran bila melihat kawannya terkapar akibat makan umpan beracun, dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Umpan yang kita pasang pun sia-sia.

Di beberapa perkebunan kelapa sawit Sumatera Utara pernah dicoba pengendalian tikus secara biologis dengan musuh alaminya, burung hantu. Dilihat dari sisi ekologis, cara ini bagus. Namun saying, si burung hantu sudah kenyang hanya dengan seekor tikus/hari. Sementara, tingkat fertilitas tikus terbilang tinggi. Sepasang tikus saja mampu menghasilkan keturunan 1.270/ tahun. Jadi, pengendalian itu perlu burung hantu dalam jumlah besar.

Gadung Ampuh

Melihat kegagalan dua cara pengendalian tikus tersebut, Agus Kardinan, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor, mencari alternanif lain. Peneliti ini mencoba 4 macam tanaman, yaitu kunyit (Curcuma domestica), kecubung (Datura metel), gadung (Dioscorea composita), dan senggugu (Clerodendron serratum).

Kunyit dan kecubung diteliti sebagai bahan pembunuh, sedangkan gadung dan senggugu antifertilitas alias pemandul. Rimpang kunyit diketahui mempunyai efek samping berupa gangguan lambung dan racun perut. Sementara, kecubung tanaman beracun yang mengandung atropin 15 %.

Gadung yang digunakan spesies introduksi dari India. Bentuk umbinya tidak membulat, melainkan pipih memanjang. Tanaman ini mengandung diosgenin 0 – 13 % yang bermanfaat sebagai bahan kontrasepsi. Diosgenin terbanyak terdapat di dalam umbi, 3 – 7 %. Sedangkan senggugu, selain berguna untuk obat batuk, peluruh air seni, dan rematik, daunnya juga merupakan bahan rodentisida.

“Hasil penelitian menunjukkan, gadunglah yang potensial untuk biorodentisida,” tegas Agus yang ditemui Trubus di kantornya. Menurut Agus, gadung dapat menekan fertilitas tikus sampai 90 %.

Potensial

“Gadung diharapkan tidak akan membuat tikus jera karena tikus yang makan tidak mati,” jelas Agus. Dari hasil penelitiannya, mencit yang diberi campuran gadung dengan dedak padi, tepung ikan, dan air tidak mengalami perubahan badan. Dengan demikian diduga pakan ini tidak mempengaruhi metabolism tikus dan si tikus tidak merasakan kelainan pada tubuhnya setelah melahap umpan.

Agus berpendapat, gadung potensia dikembangkan untuk biorodentisida karena bahan bakunya bisa tersedia secara berkesinambungan. Di Bogor tanaman berumur 2 – 9 bulan menghasilkan kurang lebih 4, 21 kg umbi. Pada umur 5 tahun, produksinya ditaksir 12 – 15 umbi ton/ha dengan kadar diosgenin 7,2 %. Produksi diosgeninnya sendiri diperkirakan 182,5 kg/ha selama 5 tahun atau 3,04 kg/bulan/ha.

Aplikasi biorodentisida itu tentu tidak dapat pada sembarang waktu. “harus memilih waktu ketika tanaman (yang lain) sedang dalam masa vegetative, “saran Agus. Pada masa ini di lahan tidak ada buah, sehingga bila dipasang umpan yang mengandung gadung (dengan aroma merangsang), tikus tidak segan memangsanya dan tidak kapok. Jika umpan dipasang ketika tanaman (yang lain) sudah berbuah, tikus lebih suka makan buah ketimbang umpan. Jadi pengendalian tidak efektif.

Disamping itu, pada masa tanaman berbuah (fase generative), tikus betina kawin dan bunting dengan masa kelahiran jatuh pada masa vegetative tanaman. Sehingga di kala fase vegetative tanaman, populasi tikus meningkat dan sangat perlu dikendalikan. Diharapkan, ketika tanaman fase generative, populasi tikus bisa terkendali.

(Peni SP/Bahan: Jurnal Penelitian Tanaman Industri)

Sumber: Trubus (1 Juni 1998)

Sumber gambar: http://wahyu-wardoyo.blogspot.com/


0 Responses to “Mengendalikan Hama Tikus Dengan Biorodentisida”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Februari 2011
S S R K J S M
« Jan   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28  

Jumlah Pengunjung

  • 193,887

Rois petshop dan Agen pahala express wonokromo

081515175636
Buka setiap hari hari mulai pukul 07.30-20.30.
(kecuali hari minggu)

%d blogger menyukai ini: